Sepertinya aku hanya terduduk di sebuah sudut
Sudut yang paling tak terlihat di kelopak matamu
Sudut yang kadang terang kadang padam
Sudut yang menunggumu tanpa romansa
Senin, 27 Mei 2013
Selasa, 21 Mei 2013
GRISAM
Masih menjadi yang paling mengerti
Masih menjadi tempat bertukar cerita
Masih menjadi tempat melempar canda
Masih saling bersilahturahmi
Mereka..
Bukan hanya sebatas penjual kenangan
Masih menjadi tempat bertukar cerita
Masih menjadi tempat melempar canda
Masih saling bersilahturahmi
Mereka..
Bukan hanya sebatas penjual kenangan
Senin, 20 Mei 2013
Enggan berharap
Disinari lampu-lampu pinggir jalan
Melangkah berbeda tujuan
Yang kita pun tak sempat menghitung langkah
Ini telah menjadi kisahku
Itu telah menjadi kisahmu
Dan enggan berharap disatukan
Jumat, 17 Mei 2013
Like a chicken
Dikejar-kejar
Terus dikejar
Ditanggap
Tak diberi untaian kasih
Ditaruh begitu saja
Dalam kandang tak bercahaya
Tak dibiarkan keluar
Walau hanya sejenak
Rantai ini sungguh membelenggu
Lelah harus selalu mengikuti
Mengikuti tiap langkah
Langkah - langkah pemaksaan
Terus dikejar
Ditanggap
Tak diberi untaian kasih
Ditaruh begitu saja
Dalam kandang tak bercahaya
Tak dibiarkan keluar
Walau hanya sejenak
Rantai ini sungguh membelenggu
Lelah harus selalu mengikuti
Mengikuti tiap langkah
Langkah - langkah pemaksaan
Selasa, 14 Mei 2013
Coretan hitam
Di pojok sana terlihat
Seonggok kertas putih berisikan coretan hitam tak karuan
Kertas itu berusaha menghapus coretan dengan sekuat tenaga
Sulit sekali, membutuhkan proses
Mereka bilang proses itu sia-sia
Proses itu hampir mustahil
Namun dengan tekad, keajaiban itu muncul
Coretan hitam yang merajai kertas terhapus
Terhapus tak bersisa, tak meninggalkan jejas
Bersih
Seonggok kertas putih berisikan coretan hitam tak karuan
Kertas itu berusaha menghapus coretan dengan sekuat tenaga
Sulit sekali, membutuhkan proses
Mereka bilang proses itu sia-sia
Proses itu hampir mustahil
Namun dengan tekad, keajaiban itu muncul
Coretan hitam yang merajai kertas terhapus
Terhapus tak bersisa, tak meninggalkan jejas
Bersih
Rabu, 24 April 2013
Koklea
Ini anatomi telinga
Kita akan fokus pada koklea-nya
Di dalam koklea itu ada rambut yang berfungsi untuk mereduksi suara yang masuk.
Rambut koklea itu ibarat rumput, jika ada suara yang masuk, rambut yang tegak berdiri itu akan merunduk, lalu akan tegak berdiri kembali.
Bahayanya jika rambut tersebut terlalu sering terpapar suara yang keras terus menerus, rambut di koklea itu akan terus merunduk dan terlepas perlahan hingga tak bersisa, sehingga akan berbahaya bagi kesehatan yaitu menimbulkan penyakit, seperti penyakit noise-induced hearing loss dan tinnitus, sebab suara keras itu langsung masuk tanpa ada filter.
Seperti halnya aku menghadapimu, jika perilaku burukmu terus menerus menguji kesabaranku, kesabaranku pun akan terlepas perlahan, menyerah .
Sebab aku tak mau menghabiskan hidupku hanya berotasi pada hal yang membuatku sakit .
Langganan:
Postingan (Atom)









