Dikejar-kejar
Terus dikejar
Ditanggap
Tak diberi untaian kasih
Ditaruh begitu saja
Dalam kandang tak bercahaya
Tak dibiarkan keluar
Walau hanya sejenak
Rantai ini sungguh membelenggu
Lelah harus selalu mengikuti
Mengikuti tiap langkah
Langkah - langkah pemaksaan
Jumat, 17 Mei 2013
Selasa, 14 Mei 2013
Coretan hitam
Di pojok sana terlihat
Seonggok kertas putih berisikan coretan hitam tak karuan
Kertas itu berusaha menghapus coretan dengan sekuat tenaga
Sulit sekali, membutuhkan proses
Mereka bilang proses itu sia-sia
Proses itu hampir mustahil
Namun dengan tekad, keajaiban itu muncul
Coretan hitam yang merajai kertas terhapus
Terhapus tak bersisa, tak meninggalkan jejas
Bersih
Seonggok kertas putih berisikan coretan hitam tak karuan
Kertas itu berusaha menghapus coretan dengan sekuat tenaga
Sulit sekali, membutuhkan proses
Mereka bilang proses itu sia-sia
Proses itu hampir mustahil
Namun dengan tekad, keajaiban itu muncul
Coretan hitam yang merajai kertas terhapus
Terhapus tak bersisa, tak meninggalkan jejas
Bersih
Rabu, 24 April 2013
Koklea
Ini anatomi telinga
Kita akan fokus pada koklea-nya
Di dalam koklea itu ada rambut yang berfungsi untuk mereduksi suara yang masuk.
Rambut koklea itu ibarat rumput, jika ada suara yang masuk, rambut yang tegak berdiri itu akan merunduk, lalu akan tegak berdiri kembali.
Bahayanya jika rambut tersebut terlalu sering terpapar suara yang keras terus menerus, rambut di koklea itu akan terus merunduk dan terlepas perlahan hingga tak bersisa, sehingga akan berbahaya bagi kesehatan yaitu menimbulkan penyakit, seperti penyakit noise-induced hearing loss dan tinnitus, sebab suara keras itu langsung masuk tanpa ada filter.
Seperti halnya aku menghadapimu, jika perilaku burukmu terus menerus menguji kesabaranku, kesabaranku pun akan terlepas perlahan, menyerah .
Sebab aku tak mau menghabiskan hidupku hanya berotasi pada hal yang membuatku sakit .
Senin, 08 April 2013
Sebuah pohon
Seorang anak bertanya pada ibunya mengapa pohon di kebun tetangga itu ditebang, padahal pohon itu baru akan tumbuh beberapa tumbuh bakal buah. Kata ibunya pohon tersebut tumbuh dengan akar yang tidak kuat, "Menanam suatu bibit pohon, harus tahu karakter bibit tersebut, ada tanaman yang harus ditanam dengan agak mendalam, ada juga yang medium, jangan menggali terlalu dalam, belum tentu akar bibitnya kuat"
Anaknya paham, dulu memang ibunya pernah menyuruhnya untuk mengetahui bibit, musim yang
tepat untuk menanamnya, tak hanya itu pohon yang baru tumbuh harus dijaga dari tangan-tangan jahil, jangan lelah juga untuk menyiraminya, memetik yang layu serta mencabuti rumput-rumput liar yang menganggu pertumbuhannya.
Anak itu duduk di sebuah ayunan buatan ayahnya sambil memandang ke atas, yaa ada berjuta dedaunan menaungi dirinya, inilah pohon mangga yang ibu dan ayahnya tanam sejak ia belum ada didunia ini, pohon itu sedang muncul beberapa bunga-bunga bakal buah yang indah, lalu pandangan anak itu beralih pada sepetak tanah yang sebulan lalu baru ia tanami bunga mawar putih, ia sudah mengikuti tahap-tahap yang ibunya sarankan dan kini muncul tunas kecil dari sepetak tanah tersebut, anak itu pun tersenyum.
Semacam pembelajaran dalam menggemburkan rasa, mulai menanam cinta dan tumbuh bersama dengan keindahan abadi.
Anaknya paham, dulu memang ibunya pernah menyuruhnya untuk mengetahui bibit, musim yang
tepat untuk menanamnya, tak hanya itu pohon yang baru tumbuh harus dijaga dari tangan-tangan jahil, jangan lelah juga untuk menyiraminya, memetik yang layu serta mencabuti rumput-rumput liar yang menganggu pertumbuhannya.
Anak itu duduk di sebuah ayunan buatan ayahnya sambil memandang ke atas, yaa ada berjuta dedaunan menaungi dirinya, inilah pohon mangga yang ibu dan ayahnya tanam sejak ia belum ada didunia ini, pohon itu sedang muncul beberapa bunga-bunga bakal buah yang indah, lalu pandangan anak itu beralih pada sepetak tanah yang sebulan lalu baru ia tanami bunga mawar putih, ia sudah mengikuti tahap-tahap yang ibunya sarankan dan kini muncul tunas kecil dari sepetak tanah tersebut, anak itu pun tersenyum.
Semacam pembelajaran dalam menggemburkan rasa, mulai menanam cinta dan tumbuh bersama dengan keindahan abadi.
Kamis, 28 Maret 2013
aku ADA, Rectoverso -Dee-
Melukiskanmu saat senja
Memanggil namamu ke ujung dunia
Tiada yang lebih pilu
Tiada yang menjawabku selain hatiku
Dan ombak berderu
Di pantai ini kau slalu sendiri
Tak ada jejakku di sisimu
Namun saat ku tiba
Suaraku memanggilmu..akulah lautan
Ke mana kau s'lalu pulang
Jingga di bahuku
Malam di depanku
Dan bulan siaga sinari langkahku
Ku terus berjalan
Ku terus melangkah
Kuingin kutahu..engkau ada
Memandangimu saat senja
Berjalan di batas dua dunia
Tiada yang lebih indah
Tiada yang lebih rindu
Selain hatiku
Andai engkau tahu
Di pantai itu kau tampak sendiri
Tak ada jejakku di sisimu
Namun saat kau rasa
Pasir yang kau pijak pergi akulah lautan
Memeluk pantaimu erat
Jingga di bahumu
Malam di depanmu
Dan bulan siaga sinari langkahmu
Teruslah berjalan
Teruslah melangkah
Ku tahu kau tahu..
Aku ada
Selasa, 05 Februari 2013
Curhat untuk Sahabat, Rectoverso -Dee-
Sahabatku, usai tawa ini
Izinkan aku bercerita
Telah jauh, kumendaki
Sesak udara di atas puncak khayalan
Jangan sampai kau disana
Telah jauh, kuterjatuh
Pedihnya luka di dasar jurang kecewa
Dan kini sampailah, aku disini
Yang cuma ingin diam, duduk di tempatku
Menanti seorang yang biasa saja
Segelas air di tangannya, kala kuterbaring....sakit
Yang sudi dekat, mendekap tanganku
Mencari teduhnya dalam mataku
Izinkan aku bercerita
Telah jauh, kumendaki
Sesak udara di atas puncak khayalan
Jangan sampai kau disana
Telah jauh, kuterjatuh
Pedihnya luka di dasar jurang kecewa
Dan kini sampailah, aku disini
Yang cuma ingin diam, duduk di tempatku
Menanti seorang yang biasa saja
Segelas air di tangannya, kala kuterbaring....sakit
Yang sudi dekat, mendekap tanganku
Mencari teduhnya dalam mataku
Dan berbisik : “ Pandang aku, kau tak sendiri, oh,
dewiku….”
Dan demi Tuhan, hanya itulah yang.....
Itu saja kuinginkan
Telah lama,kumenanti
Satu malam sunyi untuk kuakhiri
Dan usai tangis ini, aku kan berjanji...
Untuk diam, duduk di tempatku
Menanti seorang yang biasa saja
Segelas air di tangannya, kala kuterbaring... sakit
Menentang malam, tanpa bimbang lagi
Demi satu dewi yang lelah bermimpi
Dan berbisik : "Selamat tidur, tak perlu bermimpi bersamaku..."
"Wahai Tuhan, jangan bilang lagi itu terlalu tinggi"
Dan demi Tuhan, hanya itulah yang.....
Itu saja kuinginkan
Telah lama,kumenanti
Satu malam sunyi untuk kuakhiri
Dan usai tangis ini, aku kan berjanji...
Untuk diam, duduk di tempatku
Menanti seorang yang biasa saja
Segelas air di tangannya, kala kuterbaring... sakit
Menentang malam, tanpa bimbang lagi
Demi satu dewi yang lelah bermimpi
Dan berbisik : "Selamat tidur, tak perlu bermimpi bersamaku..."
"Wahai Tuhan, jangan bilang lagi itu terlalu tinggi"
Langganan:
Postingan (Atom)
















