Jumat, 17 Mei 2013

Like a chicken

Dikejar-kejar
Terus dikejar
Ditanggap

Tak diberi untaian kasih
Ditaruh begitu saja
Dalam kandang tak bercahaya

Tak dibiarkan keluar
Walau hanya sejenak
Rantai ini sungguh membelenggu

Lelah harus selalu mengikuti
Mengikuti tiap langkah
Langkah - langkah pemaksaan

Selasa, 14 Mei 2013

Coretan hitam

Di pojok sana terlihat
Seonggok kertas putih berisikan coretan hitam tak karuan
Kertas itu berusaha menghapus coretan dengan sekuat tenaga
Sulit sekali, membutuhkan proses
Mereka bilang proses itu sia-sia
Proses itu hampir mustahil
Namun dengan tekad, keajaiban itu muncul
Coretan hitam yang merajai kertas terhapus
Terhapus tak bersisa, tak meninggalkan jejas
Bersih

Rabu, 24 April 2013

HijUp Festival












ada foto gue juga loh di blog resminya HijUp , check it out http://tmblr.co/Zds7XviyY98f

Koklea


Ini anatomi telinga


 Kita akan fokus pada koklea-nya

 Di dalam koklea itu ada rambut yang berfungsi untuk mereduksi suara yang masuk.

Rambut koklea itu ibarat rumput, jika ada suara yang masuk, rambut yang tegak berdiri itu akan merunduk, lalu akan tegak berdiri kembali.
Bahayanya jika rambut tersebut terlalu sering terpapar suara yang keras terus menerus, rambut di koklea itu akan terus merunduk dan terlepas perlahan hingga tak bersisa, sehingga akan berbahaya bagi kesehatan yaitu menimbulkan penyakit, seperti penyakit noise-induced hearing loss dan tinnitus, sebab suara keras itu langsung masuk tanpa ada filter.

Seperti halnya aku menghadapimu, jika perilaku burukmu terus menerus menguji kesabaranku, kesabaranku pun akan terlepas perlahan, menyerah .
Sebab aku tak mau menghabiskan hidupku hanya berotasi pada hal yang membuatku sakit .


Senin, 08 April 2013

Sebuah pohon

Seorang anak bertanya pada ibunya mengapa pohon di kebun tetangga itu ditebang, padahal pohon itu baru akan tumbuh beberapa tumbuh bakal buah. Kata ibunya pohon tersebut tumbuh dengan akar yang tidak kuat, "Menanam suatu bibit pohon, harus tahu karakter bibit tersebut, ada tanaman yang harus ditanam dengan agak mendalam, ada juga yang medium, jangan menggali terlalu dalam, belum tentu akar bibitnya kuat"

Anaknya paham, dulu memang ibunya pernah menyuruhnya untuk mengetahui bibit, musim yang
tepat untuk menanamnya, tak hanya itu pohon yang baru tumbuh harus dijaga dari tangan-tangan jahil, jangan lelah juga untuk menyiraminya, memetik yang layu serta mencabuti rumput-rumput liar yang menganggu pertumbuhannya.

Anak itu duduk di sebuah ayunan buatan ayahnya sambil memandang ke atas, yaa ada berjuta dedaunan menaungi dirinya, inilah pohon mangga yang ibu dan ayahnya tanam sejak ia belum ada didunia ini, pohon itu sedang muncul beberapa bunga-bunga bakal buah yang indah, lalu pandangan anak itu beralih pada sepetak tanah yang sebulan lalu baru ia tanami bunga mawar putih, ia sudah mengikuti tahap-tahap yang ibunya sarankan dan kini muncul tunas kecil dari sepetak tanah tersebut, anak itu pun tersenyum.

Semacam pembelajaran dalam menggemburkan rasa, mulai menanam cinta dan tumbuh bersama dengan keindahan abadi.

Kamis, 28 Maret 2013

aku ADA, Rectoverso -Dee-



Melukiskanmu saat senja 
Memanggil namamu ke ujung dunia 
Tiada yang lebih pilu 
Tiada yang menjawabku selain hatiku
Dan ombak berderu


Di pantai ini kau slalu sendiri 
Tak ada jejakku di sisimu 
Namun saat ku tiba 
Suaraku memanggilmu..akulah lautan 
Ke mana kau s'lalu pulang


Jingga di bahuku 
Malam di depanku 
Dan bulan siaga sinari langkahku 
Ku terus berjalan 
Ku terus melangkah
Kuingin kutahu..engkau ada



Memandangimu saat senja
 Berjalan di batas dua dunia 
Tiada yang lebih indah 
Tiada yang lebih rindu 
Selain hatiku
Andai engkau tahu


Di pantai itu kau tampak sendiri 
Tak ada jejakku di sisimu 
Namun saat kau rasa 
Pasir yang kau pijak pergi akulah lautan 
Memeluk pantaimu erat


Jingga di bahumu 
Malam di depanmu
 Dan bulan siaga sinari langkahmu 
Teruslah berjalan
Teruslah melangkah
Ku tahu kau tahu..
Aku ada

Selasa, 05 Februari 2013

Curhat untuk Sahabat, Rectoverso -Dee-

Sahabatku, usai tawa ini
Izinkan aku bercerita

Telah jauh, kumendaki
Sesak udara di atas puncak khayalan
Jangan sampai kau disana

Telah jauh, kuterjatuh
Pedihnya luka di dasar jurang kecewa
Dan kini sampailah, aku disini

Yang cuma ingin diam, duduk di tempatku
Menanti seorang yang biasa saja
Segelas air di tangannya, kala kuterbaring....sakit
Yang sudi dekat, mendekap tanganku
Mencari  teduhnya dalam mataku
Dan berbisik : “ Pandang aku, kau tak sendiri, oh, dewiku….”
Dan demi Tuhan, hanya itulah yang.....
Itu saja kuinginkan 

Telah lama,kumenanti
Satu malam sunyi untuk kuakhiri
Dan usai tangis ini, aku kan berjanji...

Untuk diam, duduk di tempatku  
Menanti seorang yang biasa saja  
Segelas air di tangannya, kala kuterbaring... sakit  
Menentang malam, tanpa bimbang lagi   
Demi satu dewi yang lelah bermimpi
Dan berbisik : "Selamat tidur, tak perlu bermimpi bersamaku..."
"Wahai Tuhan, jangan bilang lagi itu terlalu tinggi"